, ,

Aisyah Humaira Satu-satunya Finalis Asal Sulbar di Ajang Nasional

by -779 Views

News Polewali– Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa asal Sulawesi Barat Aisyah Humaira, siswi kelas IX H SMP Negeri 4 Polewali, berhasil menembus deretan 76 finalis nasional ajang Bintang Sobat SMP 2025, sebuah kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Gadis kelahiran Polewali, 18 November 2010 ini menjadi satu-satunya wakil dari Provinsi Sulawesi Barat yang berhasil melaju hingga babak final, setelah melalui empat tahap seleksi ketat yang diikuti oleh lebih dari 3.800 siswa SMP dari seluruh Indonesia.

Perjalanan Panjang Menuju Finalis Nasional

Kompetisi Bintang Sobat SMP bukanlah ajang yang mudah. Sejak tahap awal, ribuan siswa dari berbagai provinsi bersaing menunjukkan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan karakter positif yang menjadi ciri khas pelajar masa kini.

Dari 3.800 peserta tahap pertama, hanya 570 siswa yang berhasil melangkah ke babak kedua. Seleksi berikutnya semakin ketat, menyisakan 220 siswa yang berhak mengikuti tahap wawancara mendalam. Dari proses panjang itulah, panitia akhirnya menetapkan 76 siswa terbaik se-Indonesia untuk menjadi finalis nasional Bintang Sobat SMP 2025.

“Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa sampai sejauh ini. Dari ribuan peserta, akhirnya saya bisa menjadi satu-satunya wakil Sulawesi Barat di tahap final. Ini sebuah kebanggaan besar, bukan hanya untuk diri saya tapi juga untuk sekolah dan daerah,” ujar Aisyah Humaira yang akrab disapa Icha, saat dihubungi, Senin (6/10/2025).

Baca Juga: Ribuan Siswa di Matakali Kelaparan Dapur Gizi Berhenti Gara-gara Dana Mandek

Icha mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam ajang ini berawal dari kemauan pribadi yang kemudian mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Menurutnya, dua siswa dari SMPN 4 Polewali sempat mendaftar pada ajang ini, namun hanya dirinya yang berhasil melaju hingga tahap akhir.

Bagi Icha, kompetisi ini bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan wadah untuk belajar berkomunikasi dengan lebih baik, menyalurkan gagasan positif, serta menumbuhkan rasa percaya diri. Ia mengaku, tantangan terbesar selama proses seleksi adalah saat wawancara nasional, di mana peserta harus bisa menunjukkan karakter dan kemampuan berpikir kritis dalam waktu singkat.

Inspirasi dari Seorang Pelajar Mandar

Bukan kali ini saja Icha menorehkan prestasi membanggakan. Sebelumnya, ia juga menjadi Juara I Lomba Stand Up Komedi Bahasa Mandar dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu se-Sulbar. Lewat penampilannya yang jenaka namun penuh pesan moral, Icha mampu menarik perhatian juri dan membuktikan bahwa bahasa daerah juga bisa dikemas dengan cara yang modern dan menghibur.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.