POLEWALI MANDAR – Ratusan calon jemaah haji asal Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mengikuti simulasi tawaf sebagai bagian dari rangkaian bimbingan manasik haji. Langkah ini bertujuan untuk membekali para jemaah dengan pemahaman tata cara ibadah yang benar sebelum keberangkatan ke tanah suci. Selain itu, petugas memberikan arahan teknis mengenai penggunaan kain ihram serta posisi yang tepat selama mengelilingi Ka’bah. Panitia fokus pada kesiapan fisik dan mental jemaah agar pelaksanaan ibadah nantinya berjalan dengan lancar.
Pihak Kementerian Agama (Kemenag) Polman menilai bahwa simulasi lapangan sangat efektif untuk mengurangi kebingungan jemaah saat berada di Masjidil Haram. Oleh karena itu, setiap tahapan ibadah mulai dari niat hingga lari-lari kecil (sa’i) dipraktikkan secara langsung di bawah pengawasan pembimbing ahli. Hal ini sangat penting guna memberikan rasa percaya diri serta kemandirian bagi para calon tamu Allah tersebut. Kesiapan yang matang ini membawa ketenangan bagi keluarga jemaah di wilayah Polman sendiri.
Memperkuat Pemahaman Manasik Secara Visual
Pihak penyelenggara menekankan bahwa kesehatan fisik jemaah menjadi faktor penentu dalam menyelesaikan seluruh rukun haji. Sebab, suhu udara yang ekstrem di Arab Saudi menuntut stamina yang prima bagi setiap individu yang menjalankan ibadah tersebut. Kondisi ini tentu memerlukan adanya latihan rutin serta simulasi yang menyerupai keadaan aslinya di lapangan. Terutama, jemaah lanjut usia mendapatkan perhatian khusus serta pendampingan ekstra selama proses latihan berlangsung.
Pihak bimbingan haji juga berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kesehatan para calon jemaah secara berkala. Selanjutnya, pertemuan klasikal akan kembali dilaksanakan guna membahas aturan penerbangan serta perlengkapan dokumen yang wajib dibawa. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan tidak ada kendala administrasi yang menghambat proses keberangkatan jemaah menuju Jeddah. Berikut adalah poin utama persiapan tersebut:
Baca juga:Dinkes Sulbar Perkuat Layanan Puskesmas Terpencil
Harapan untuk Haji yang Mabrur dan Aman
Oleh sebab itu, Kemenag mengimbau para jemaah untuk menjaga pola makan serta istirahat yang cukup menjelang hari keberangkatan. Sinergi yang kuat antara pembimbing dan jemaah menjadi modal utama dalam menciptakan rombongan yang tertib serta kompak. Maka dari itu, setiap informasi mengenai jadwal keberangkatan harus dipatuhi dengan disiplin oleh seluruh peserta manasik. Masyarakat juga berharap agar seluruh jemaah asal Sulawesi Barat dapat kembali ke tanah air dengan selamat.
Sebagai penutup, simulasi tawaf di Polman ini merupakan ikhtiar nyata dalam meningkatkan kualitas layanan ibadah haji tahun ini. Setelah itu, tim medis akan memberikan pembekalan mengenai cara menangani dehidrasi serta kelelahan selama berada di tanah suci. Akhirnya, doa bersama menutup rangkaian kegiatan sebagai simbol kesiapan spiritual para jemaah untuk memenuhi panggilan Tuhan. Hal ini akan menjadi langkah awal yang baik menuju perjalanan religi yang penuh berkah dan kemudahan.
