, ,

Motif Dendam Terungkap Anak Tebas Ayah Saat Salat di Masjid Polewali Mandar

by -1763 Views

News Polewali– Motif Dendam Terungkap Warga Polewali Mandar, Sulawesi Barat, diguncang peristiwa tragis pada Jumat malam (19/9/2025). Seorang pria bernama Rasman (24) tega menghabisi nyawa ayah kandungnya, Kaharudin (53), saat sang ayah tengah khusyuk menunaikan salat di masjid.

Peristiwa yang terjadi sekitar waktu salat Isya itu seketika membuat jamaah dan warga sekitar masjid histeris. Tanpa ampun, Rasman menghampiri ayahnya dari belakang lalu mengayunkan sebilah parang. Dua tebasan mengarah ke leher Kaharudin. Korban seketika roboh bersimbah darah di tempat ibadah yang seharusnya menjadi ruang suci dan damai.

Upaya Pertolongan yang Sia-sia

Beberapa jamaah yang berada di lokasi segera berlari memberikan pertolongan. Kaharudin sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun luka parah di leher membuat nyawanya tak tertolong. Sementara itu, pelaku melarikan diri sebelum akhirnya diamankan polisi.

Kejadian ini bukan hanya mengagetkan keluarga, melainkan juga mengguncang perasaan warga setempat. Banyak yang tak menyangka hubungan ayah dan anak bisa berujung pada tragedi berdarah.

Pengakuan Penuh Penyesalan

Dalam pemeriksaan di Polres Polewali Mandar, Rasman akhirnya buka suara. Dengan wajah muram, ia mengaku menyesal atas tindakannya.

“Kalau menyesal, iya saya menyesal,” ujar Rasman singkat di ruang penyidik.

Namun penyesalan itu datang terlambat. Nyawa sang ayah telah melayang, dan luka batin keluarga serta masyarakat sulit disembuhkan.

Polisi Ungkap 2 Siswa SMP Sudah Rencanakan Bunuh Waria di Lampung

Baca Juga: Polresta Mamuju Buru 2 Sopir Diduga Biang Miras Oplosan Maut

Akar Dendam yang Membara

Kepada polisi, Rasman mengungkapkan alasan di balik tindakannya. Ia mengaku menyimpan dendam lama kepada sang ayah. Sejak kecil, ia merasa kerap dimarahi, dipukul, bahkan dicambuk oleh Kaharudin. Perlakuan itu meninggalkan luka batin mendalam yang tidak pernah benar-benar terobati.

“Sejak kecil saya sering dimarahi, dipukul, dan dicambuk oleh ayah,” ungkapnya dengan nada getir.

Konflik batin itu semakin memuncak pada Jumat siang, hanya beberapa jam sebelum tragedi terjadi. Rasman mengaku kesal karena merasa kerja kerasnya tidak pernah dihargai. Perasaan sakit hati itu akhirnya berubah menjadi amarah membara yang menguasai pikirannya.

Gelap Mata di Rumah Ibadah

Dalam kondisi emosi yang tak terkendali, Rasman mengaku “tidak sengaja” mengambil parang. Tanpa pikir panjang, ia melangkah menuju masjid tempat ayahnya salat. Sesampainya di sana, ia langsung melancarkan serangan mematikan.

Tindakan keji ini tidak hanya merenggut nyawa seorang ayah, tetapi juga mencoreng kesucian rumah ibadah.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.