, ,

Stok Beras Impor Myanmar Masuk Sulbar, Bulog Mamuju Jamin Stok Aman hingga Akhir Tahun

by -1884 Views

Agus Ambo Djiwa Tinjau Gudang Bulog Mamuju: Pastikan Stok Beras Mencukupi dan Berkualitas untuk Masyarakat

News Polewali– Stok beras sebagai komoditas pangan utama masyarakat Indonesia harus selalu tersedia dalam jumlah cukup dan berkualitas. Menyadari pentingnya hal ini, Anggota Komisi IV DPR RI, Agus Ambo Djiwa, melakukan kunjungan kerja ke Gudang Bulog Subdivre Mamuju pada Sabtu (9/8/2025) untuk memastikan ketersediaan dan kualitas beras yang disimpan.

Kunjungan ini bertujuan memverifikasi langsung kondisi stok beras, baik dari segi kuantitas maupun mutu, terutama yang akan didistribusikan sebagai bantuan pemerintah kepada masyarakat.

Memastikan Ketersediaan dan Kualitas Beras

Dalam kunjungannya, Agus Ambo Djiwa didampingi oleh Asisten Manajer Operasional (AMO) Bulog Subdivre Mamuju, Muh Kasim. Mereka memeriksa langsung kondisi gudang penyimpanan serta kualitas beras yang ada.

“Saya datang ke sini untuk memastikan stok beras di Gudang Bulog Mamuju mencukupi kebutuhan masyarakat. Selain itu, saya juga ingin memastikan bahwa beras bantuan pemerintah yang disalurkan memiliki kualitas baik,” ujar Agus, yang juga merupakan mantan Bupati Pasangkayu dua periode.

Agus menekankan bahwa beras yang disimpan di gudang Bulog harus memenuhi standar kelayakan konsumsi. “Beras ini akan dikonsumsi oleh masyarakat, jadi harus dipastikan tidak berkutu, tidak lembap, dan tetap layak makan,” tegasnya.

Stok Beras Impor Myanmar Masuk Sulbar, Bulog Mamuju Jamin Stok Aman hingga Akhir Tahun

Baca Juga: Polewali Mandar Tetapkan Indeks MCSP sebagai Indikator Kinerja Utama dalam RPJMD

Pentingnya Distribusi Tepat Waktu

Salah satu poin penting yang disorot Agus adalah perlunya pendistribusian beras yang telah disimpan dalam waktu lama. Menurutnya, beras yang sudah tersimpan lebih dari enam bulan harus segera didistribusikan untuk menghindari penurunan kualitas.

“Stok beras yang sudah lama harus segera disalurkan ke masyarakat. Jika terlalu lama disimpan, dikhawatirkan kualitasnya menurun atau bahkan rusak,” jelas Ketua DPD PDIP Sulawesi Barat ini.

Dorongan Peningkatan Produksi Beras Lokal

Selain memantau stok beras, Agus juga mendorong peningkatan produksi beras lokal yang dipasok ke Bulog. Di Mamuju, terdapat tujuh pabrik penggilingan gabah, namun hanya dua di antaranya yang sudah menggunakan teknologi modern.

“Dari tujuh pabrik yang ada, hanya dua yang memenuhi standar kualitas. Untuk meningkatkan produksi beras, perlu perbaikan sarana dan prasarana, termasuk sistem irigasi. Ini semua merupakan faktor penting dalam mendukung ketahanan pangan,” paparnya.

Agus berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan kapasitas pabrik penggilingan gabah di Sulawesi Barat. Dengan begitu, pasokan beras lokal ke Bulog dapat lebih optimal, mengurangi ketergantungan pada beras impor.

Stok Beras di Gudang Bulog Mamuju

Muh Kasim, Asisten Manajer Operasional Bulog Subdivre Mamuju, menjelaskan bahwa saat ini stok beras di gudang mereka mencapai 2.600 ton, terdiri dari:

  • Beras SPHP (Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan)

  • Beras lokal

  • Beras impor dari Myanmar

Ia juga menyampaikan bahwa distribusi beras bantuan SPHP telah dilakukan ke enam kabupaten di Sulawesi Barat, termasuk Pasangkayu. “Alhamdulillah, penyaluran berjalan lancar dan masyarakat merespons dengan baik,” ujar Kasim.

Dukungan dari Pemerintah Daerah dan Legislatif

Kunjungan Agus Ambo Djiwa ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh politik setempat, antara lain:

  • Jensen Sempo, Anggota DPRD Mamuju

  • Charles Wiseman, Sekretaris PDIP Sulawesi Barat

  • Muliadi Saleh dan Nero Pepi Adriani, Tenaga Ahli DPR RI

Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung ketahanan pangan di Sulawesi Barat.

Kesimpulan: Komitmen untuk Ketahanan Pangan

Kunjungan Agus Ambo Djiwa ke Gudang Bulog Mamuju bukan sekadar inspeksi rutin, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap ketersediaan pangan masyarakat. Dengan memastikan stok beras mencukupi dan berkualitas, serta mendorong peningkatan produksi lokal, langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Barat.

“Kami akan terus memantau dan mendorong perbaikan sistem distribusi dan produksi beras. Masyarakat berhak mendapatkan beras yang cukup dan berkualitas baik,” pungkas Agus.

https://osaka-renew.com/wp-content/uploads/2025/05/logo-telkomsel-removebg-preview.png