POLEWALI MANDAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar (Polman) melalui Dinas Kesehatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko obat dan apotek di wilayah perkotaan. Langkah tegas ini bertujuan untuk mengawasi peredaran obat batuk merek Komix yang sering disalahgunakan oleh kalangan remaja. Oleh karena itu, tim gabungan memeriksa secara teliti catatan penjualan serta stok barang guna memastikan tidak ada transaksi dalam jumlah tidak wajar.
Pihak dinas menyadari bahwa konsumsi obat batuk secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan saraf dan mental generasi muda. Hasilnya, petugas memberikan teguran keras kepada pemilik toko yang masih menjual obat tersebut secara bebas tanpa pengawasan ketat.
Memperketat Aturan Penjualan Obat Bebas
Tim sidak meminta para pengelola apotek agar lebih selektif saat melayani pembeli, terutama konsumen usia sekolah. Selain itu, petugas mewajibkan pemilik toko untuk mencatat identitas pembeli jika melakukan transaksi dalam jumlah banyak. Dengan demikian, potensi penyalahgunaan obat-obatan cair ini dapat terminimalisir melalui sistem pengawasan internal di tingkat pedagang.
Pemkab Polman juga menggandeng aparat kepolisian untuk memantau titik-titik kumpul remaja yang terindikasi sering mengonsumsi obat secara ilegal. Oleh sebab itu, sinkronisasi data antara temuan di lapangan dan laporan masyarakat menjadi kunci sukses operasi ini. Langkah ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah daerah dalam melindungi masa depan anak muda dari jeratan zat adiktif.
“Kami ingin memastikan semua toko obat mematuhi prosedur operasional yang berlaku di Indonesia. Sebab, kelalaian penjual dalam mengawasi barang dagangannya dapat berakibat fatal bagi lingkungan sosial kita,” ujar perwakilan Dinas Kesehatan Polman.
Baca Juga:SD Inpres 12/79 Polewali Salat Dhuha Ramadan
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/rgregrg.jpg)
Strategi Edukasi bagi Pelaku Usaha
Selain melakukan pengawasan fisik, pemerintah juga memberikan edukasi mengenai bahaya farmakologis dari penggunaan obat yang menyimpang. Bahkan, petugas menempelkan stiker imbauan di depan toko agar masyarakat ikut memantau peredaran obat-obatan terbatas tersebut. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari pemilik apotek sangat menentukan keberhasilan program pembersihan penyakit masyarakat ini.
Para pemilik toko obat menyambut baik langkah ini karena mereka juga merasa resah dengan fenomena “ngelem” atau mabuk obat di sekitar lingkungan mereka. Dengan begitu, tercipta kerja sama yang harmonis antara regulator dan pelaku usaha untuk menciptakan daerah yang bebas dari narkoba dan obat terlarang. Pemkab berjanji akan mencabut izin usaha bagi apotek yang terbukti sengaja memfasilitasi penyalahgunaan obat.
Harapan bagi Ketertiban Sosial di Polman
Pada akhirnya, sidak rutin ini akan mendorong terciptanya ekosistem kesehatan yang lebih bertanggung jawab di Polewali Mandar. Hasilnya, angka kenakalan remaja yang dipicu oleh pengaruh zat kimia diharapkan terus menurun secara signifikan. Pada akhirnya, Polman akan menjadi daerah yang lebih aman, sehat, dan produktif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pemerintah mengajak orang tua untuk lebih ketat dalam mengawasi pergaulan anak-anak mereka di luar rumah. Sebab, benteng pertahanan utama terhadap penyalahgunaan obat-obatan bermula dari perhatian dan kasih sayang di dalam keluarga.








