News Polewali– Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti Masjid Besar Syuhada Polewali Mandar pada Minggu. Hari itu menjadi momen bersejarah bagi keluarga besar Imam Masjid Syuhada, karena putri tercinta beliau melepas masa lajang dalam prosesi akad nikah yang khidmat dan sakral.
Tidak hanya keluarga dan kerabat dekat yang hadir, ratusan undangan dari berbagai lapisan masyarakat, tokoh agama, hingga pejabat daerah turut menyaksikan peristiwa sakral tersebut. Kehadiran mereka menambah nuansa kebersamaan yang begitu terasa hangat.
Namun, yang membuat suasana semakin istimewa adalah hadirnya Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S Mengga, yang secara langsung didaulat menjadi saksi pernikahan. Sebuah kehormatan besar, tidak hanya bagi keluarga mempelai, tetapi juga bagi seluruh jamaah Masjid Syuhada yang menyaksikan peristiwa itu.
Akad Nikah Penuh Khidmat
Prosesi akad nikah berlangsung dengan khidmat, diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat yang menggema memenuhi ruangan. Ketegangan bercampur haru terasa saat ijab kabul diucapkan. Isak tangis bahagia terdengar di beberapa sudut, menandakan betapa mendalamnya momen itu bagi keluarga mempelai.
Sebagai saksi, Wagub Salim S Mengga duduk dengan tenang, menyimak setiap rangkaian prosesi. Saat ijab kabul dinyatakan sah, tepuk tangan dan ucapan syukur pun pecah dari hadirin, menandai awal baru bagi kedua mempelai.
Doa dan Harapan dari Wakil Gubernur
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan doa terbaik untuk kedua pengantin. Ia berharap pasangan baru ini mampu membangun rumah tangga yang dilandasi cinta kasih, saling menghormati, dan senantiasa berpegang teguh pada ajaran agama.
“Pernikahan adalah ikatan suci. Semoga pasangan ini dapat menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, serta menghadirkan generasi yang saleh dan bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya penuh haru.

Baca Juga: Arus Wisata Meningkat One Way ke Puncak Diberlakukan Mulai Pagi Hari
Selain doa, Wagub juga memberikan nasihat pernikahan. Ia menekankan pentingnya menumbuhkan cinta setiap hari, menjaga komunikasi, dan saling memahami dalam segala keadaan. Menurutnya, rumah tangga bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga membentuk pondasi moral yang akan berdampak bagi kehidupan bermasyarakat.
Kebersamaan Pemerintah dan Ulama
Momen kebersamaan ini tidak hanya menjadi ajang sakral bagi keluarga mempelai, tetapi juga menjadi bukti nyata eratnya hubungan antara pemerintah daerah dengan ulama dan tokoh masyarakat. Kehadiran Wakil Gubernur dalam acara pribadi seperti ini menunjukkan bahwa kedekatan tersebut melampaui batas formalitas birokrasi.
Setelah prosesi selesai, Wagub menyempatkan diri untuk berbaur dengan para tamu undangan. Ia bersalaman, berbincang hangat dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar yang hadir. Senyum ramahnya menambah keakraban di tengah suasana penuh sukacita.








