Ketegangan pecah di wilayah Polewali Mandar (Polman) saat ratusan warga yang tersulut emosi menyerbu rumah seorang pria terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur. Beruntung, aparat kepolisian bergerak cepat menuju lokasi untuk meredam aksi massa yang semakin beringas. Bahkan, polisi harus melakukan pengamanan ketat guna mengevakuasi terduga pelaku dari kepungan warga yang menuntut keadilan secara langsung.
Saat ini, situasi di sekitar lokasi mulai berangsur kondusif setelah pihak kepolisian berhasil membawa terduga pelaku ke Markas Polres Polewali Mandar. Oleh karena itu, warga diminta untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak yang berwajib.
Kronologi Penyerbuan Rumah Pelaku
Kejadian ini bermula saat kabar mengenai dugaan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur mulai tersebar luas di tengah masyarakat. Setelah itu, warga yang merasa geram secara spontan berkumpul dan mendatangi kediaman pria tersebut guna meminta pertanggungjawaban.
Namun, situasi berubah menjadi anarkis ketika massa mulai melempari rumah pelaku dengan benda keras. Selain itu, beberapa warga sempat mencoba merangsek masuk ke dalam rumah untuk menyeret pelaku keluar. Akibatnya, kerusakan pada bagian luar bangunan tidak terhindarkan lagi sebelum pihak berwenang tiba di lokasi kejadian.
Langkah Cepat Kepolisian dalam Evakuasi:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Warga-ramai-ramai-mendatangi-rumah-terduga-pelaku-pencabulan-di-Polman.jpg)
Baca juga:Porseni SMK Polman Resmi Digelar
Mendapat laporan mengenai adanya aksi massa, personel Kepolisian Resor (Polres) Polman segera menerjunkan tim gabungan ke lapangan. Selanjutnya, polisi membentuk pagar betis untuk melindungi terduga pelaku saat mereka membawanya masuk ke dalam mobil patroli.
“Kami mengerti kemarahan masyarakat, namun kami menghimbau agar tidak ada aksi main hakim sendiri. Oleh sebab itu, kami langsung mengevakuasi yang bersangkutan agar proses hukum bisa berjalan dengan aman dan transparan,” tegas perwakilan kepolisian di lokasi.
Meskipun demikian, polisi tetap menyiagakan sejumlah personel di sekitar pemukiman warga. Langkah preventif ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya aksi susulan atau potensi konflik antar-kelompok pasca-evakuasi.
Pendampingan Bagi Korban dan Proses Hukum
Pihak kepolisian tidak hanya fokus pada pengamanan pelaku, tetapi juga memberikan perhatian khusus kepada korban yang masih di bawah umur. Oleh karena itu, tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mulai melakukan pendampingan psikologis guna memulihkan trauma yang dialami korban.
-
Pemeriksaan Saksi: Penyidik mulai memanggil sejumlah saksi kunci untuk memperkuat bukti-bukti di persidangan nanti.
-
Visum Medik: Polisi juga telah mengarahkan korban untuk menjalani visum sebagai syarat utama kelengkapan berkas perkara.
-
Proses Hukum: Terduga pelaku kini menjalani pemeriksaan intensif dan terancam hukuman berat sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.
Sebagai penutup, tokoh masyarakat setempat turut menghimbau warga agar menjaga keamanan desa. Dengan demikian, seluruh pihak diharapkan dapat menunggu hasil keputusan pengadilan tanpa harus menciptakan kegaduhan baru di lingkungan mereka.









