News Polewali– Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program ini bukan sekadar proyek pendidikan biasa, melainkan sebuah strategi sistematis yang menyentuh akar persoalan sosial, yakni kemiskinan struktural yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Pernyataan itu disampaikan SDK saat menghadiri pertemuan bersama Menteri Sosial RI H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Jakarta. Dalam pertemuan strategis tersebut, hadir pula sejumlah pejabat penting dari Sulawesi Barat, di antaranya Kepala Dinas Sosial Sulbar Abdul Wahab, Kepala Bapperinda Junda Maulana, Kepala Dinas Perkim Maddarezki, serta Tenaga Ahli Gubernur Bidang Antar Lembaga Hajrul Malik.
Sekolah Rakyat: Lebih dari Sekadar Pendidikan
SDK menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya lembaga untuk mengajar membaca, menulis, dan berhitung. Program ini dirancang sebagai ekosistem lengkap yang membentuk anak secara menyeluruh, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, karakter, maupun pemenuhan kebutuhan dasar.
Beberapa fasilitas dan layanan yang akan diberikan antara lain:
-
Pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi seluruh siswa.
-
Talent mapping atau pemetaan bakat untuk menggali potensi individu sejak dini.
-
Asrama yang layak dengan fasilitas lengkap.
-
Seragam dan perlengkapan sekolah gratis.
-
Makan bergizi tiga kali sehari plus snack untuk memastikan tumbuh kembang optimal.
-
Pembelajaran digital berbasis laptop dan Learning Management System (LMS).
-
Pembinaan kedisiplinan dan pola hidup sehat.

Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual di Polman, Publik Pertanyakan Lambannya Penahanan Pelaku
Langkah Nyata di Sulawesi Barat
Sebagai bentuk dukungan konkret, SDK memastikan bahwa pembangunan Gedung Sekolah Rakyat beserta seluruh fasilitas pendukungnya akan dimulai tahun ini di dua titik strategis: Kabupaten Mamuju dan Polewali Mandar.
Dua wilayah ini dipilih bukan tanpa alasan. Mamuju sebagai ibu kota provinsi dianggap representatif dan siap menjadi pusat percontohan, sementara Polewali Mandar dipandang sebagai wilayah dengan potensi besar dalam pembangunan sumber daya manusia, sekaligus memiliki tingkat kerentanan sosial yang perlu segera diatasi.
SDK berharap, kedua sekolah tersebut bisa menjadi model inspiratif yang nantinya akan direplikasi ke seluruh kabupaten di Sulawesi Barat.
Memutus Rantai Kemiskinan Melalui Pendidikan
Selama ini, kemiskinan seringkali diturunkan dari orang tua ke anak akibat minimnya akses pendidikan, buruknya gizi, dan keterbatasan fasilitas kesehatan. Sekolah Rakyat hadir untuk menjawab persoalan tersebut dengan pendekatan yang holistik dan preventif.








